reproduksi-pengetahuan-arabia

Dalam dua dasawarsa ini kita melihat ada usaha untuk mereproduksi besar-besaran kitab-kitab fiqh, hadits dan tasawuf, baik yang asli (dalam bahasa Arab) maupun terjemahan. Secara umum kitab-kitab itu merupakan produk pemikiran para ulama Timur tengah abad pertengahan.

Sementara kita juga melihat hal yang sama bahkan lebih masif dilakukan oleh kelompok salafi Wahabi. Mereka mereproduksi dan menerjemahkan karya-karya Ibnu Taimiyah, Abd Allah bin Baz, M. Shaleh al Utsaimin, M. Nashiruddin Al-Bani, Salih Abd Allah al-Fauzan, dll. Mereka bahkan membagikannya secara “Majjanan”, gratis.

Semua karya produk Arabia dan negeri di Timur tengah itu disambut dengan antusias, bahkan menjadi referensi paling otoritatif bagi pandangan keagamaan dan diterima tanpa reserve.

Kita tidak tahu bagaimana pikiran keagamaan masyarakat negeri ini di masa yang akan datang.

17.10.18
HM