Jangan menangis aduhai kenapa pergi
Dalam pemakamanku
Bagiku, inilah bahagia
Jangan katakan ”Selamat Tinggal”
Ketika aku dimasukkan ke liang lahat
Itu adalah tirai Rahmat yang abadi

Bila datang ke makamku
Untuk mengunjungiku
Jangan datang tanpa genderang
Karena pada perjamuan Tuhan
Orang yang berduka tidak diberi tempat
(Jalal al Din Rumi)

Wahai Tuhan Alam semesta
Hari ini, satu tahun yang pergi
Hamba-Mu yang terkasih dan yang kami kasihi;
Abdurrahman Wahid
Telah pulang, kembali kepada-Mu
Kami, hamba-hamba-Mu yang hadir di sini
Memohon kepada-Mu, ampuni, maafkan dan sayangi dia
Tempatkan dia di Pangkuan-Mu, dalam Kasih-Sayang-Mu

Bagi kami, dia, hamba-Mu yang tulus mematuhi ajakan-Mu
Agar kami tak lagi bertengkar hanya karena pikiran kami beda
Agar kami damai dan bersaudara biarpun baju kami beda
Agar kami membangun negeri ini bersama, meski kebiasaan kami beda
Untuk kedamaian, keadilan dan kesejahteraan bangsa kami

Wahai Tuhan, Engkaulah Pencipta kami semua
Pencipta alam semesta dalam keragaman yang indah dan begitu elok
Kami semua hamba-Mu, dari-Mu dan akan kembali kepada-Mu jua
Ampuni kami jika kami salah dan tak sopan kepada-Mu
(Husein Muhammad)

اللهم انا نسألك ان تملاء قلوبنا حبا لك وخشية منك وتصديقا لك وايمانا بك وفرق منك وشوقا اليك.(الامام على زين العابدين السجاد فى بحار الانوار)

Ya Allah, aku mohon kepada-Mu
Penuhi relung hati kami dengan cinta kepada-Mu,
dengan keimanan, keyakinan, kerinduan
dan rasa cemas berpisah dengan-Mu

اللهم احملنا فى سفن نجاتك ومتعنا بلذيذ مناجاتك واوردنا حبا من حبك وأذقنا حلاوة ودك واجعل جهادنا فيك وهمنا فى طاعتك وأخلص نياتنا فى معاملتك فإنا بك ولك ولا وسيلة لنا الا انت.(الامام على زين الابدين, فى مفاتيح الجنان)

Ya Allah, Tuhan kami
Bawalah kami dalam bahtera-Mu
Karuniakan kami kenikmatan intim bersama-Mu
Curahkanlah cinta-Mu dan rasa manisnya kasih-Mu
Jadikan perjuangan kami hanya di jalan-Mu
Tumbuhkan hati kami kegembiraan mengabdi pada-Mu
Tuluskan niat kami dalam bekerja hanya untuk-Mu
Sesungguhnya kami bersama-Mu dan untuk-Mu
Dalam perjumpaan yang intim

نامت العيون, وعلت النجوم وانت الملك الحى القيوم, غلقت الملوك ابوابها واقامت عليها حراسها, وبابك مفتوح للسائلين, جئتك لتنظر الينا برحمتك يا ارحم الراحمين.
يا من يجيب دعا المضطر فى الظُلَم يا كاشف الضر والبلوى مع السقم
ان كان عفوك لا يرجوه ذو سرف فمن يجود على العاصين بالنعم

Semua mata telah tertidur
Bintang gemintang pun telah di puncak langit
Engkau Maharaja, Yang Hidup, Yang Jaga
Tuhan kami, raja-raja telah menutup pintunya
Dan para punggawa telah siap berjaga-jaga
Tetapi pintu-Mu selalu terbuka bagi para peminta
Kami datang pada-Mu, Kami datang
Agar Engkau menatap kami dengan Cinta

Wahai Yang Maha Kasih
Wahai Yang memperkenankan
Permohonan orang-orang yang kesulitan,
yang dalam kegelapan
yang ingin lepas dari bencana, derita dan sakit
Kasihi dan maafkan mereka
Jika maaf-Mu tak lagi diharap para pendurhaka pada-Mu
Maka siapa lagi yang akan memberi kegembiraan
Kepada mereka

يا من هو على المقبلين مقبل, وبالعطف عليهم عائد متفضل, وبالغافلين عن ذكره رحيم رؤوف
وبجذبهم الى بابه ودود عطوف.(الامام على زين العابدين السجاد, فى بحار الانوار)

Wahai, Dia Yang menyambut orang-orang yang datang
Yang memberi anugerah kepada mereka dengan kasih
Yang menyayangi orang-orang yang lupa menyebut-Nya
Dia Maha Kasih dan Maha Penyayang
Juga pada mereka yang berpaling.

Tuhan, perkenankan do’a kami

Mampang, Jakarta, 30-12-10

 

*Disampaikan pada Haul I Gus Dur tanggal 30 Desember 2010